Showing posts with label UJIAN NASIONAL 2015. Show all posts
Showing posts with label UJIAN NASIONAL 2015. Show all posts

Saturday, July 18, 2015

Cara Cek Nomor Peserta Ujian Nasional (UN) SD, SMP, SMA / SMK Tahun 2015

Sahabat Operator Dapodik yang berbahagia…

Data peserta didik mulai tahun pelajaran 2014/2015 merupakan hasil pengumpulan data melalui aplikasi Dapodikdas dan Dapodikmen yang terintegrasi dalam pengelolaan Data Warehouse Kemdikbud yang bersifat Online.

Karena bersifat online maka perlu adanya koordinasi terkait dengan Verifikasi dan Validasi Peserta Didik (verval PD) yang bertingkat dari Satuan Pendidikan, Dinas Kabupaten/Kota, Dinas Provinsi dan Pusat.

Tabel-tabel data individual peserta didik dan rangkuman data mulai dari satuan pendidikan, kab-kota, provinsi dan nasional merupakan hasil akumulasi dari proses pengelolaan DAPODIK (pengumpulan, integrasi, verifikasi-validasi, dan kompilasi).

Nomor peserta ujian nasional dari masing-masing peserta didik yang sudah memiliki NISN (Nomor Induk Siswa Nasional) setelah dilakukan Verval PD ataupun telah terdaftar di aplikasi Dapodik secara keseluruhan pada suatu sekolah dapat dilihat dengan cara sebagai berikut :

1.   Kunjungi links situs http://pd.data.kemdikbud.go.id.

2.   Silahkan klik “Log in”.

3.   Masukkan Username dan Password seperti yang digunakan pada saat login di aplikasi Dapodik atau yang digunakan pada login pada laman Verval PD. Setelah itu klik pada tombol "Log in".

4.   Setelah muncul tampilan kelas terakhir, untuk SD kelas 6, kelas 9 untuk SMP, dan kelas 12 untuk SMA/SMK, silahkan klik pada icon “Export to PDF”, setelah proses export selesai, silahkan buka hasil unduhan tersebut dengan Excel.

5.   Cek kembali kebenaran data khususnya pada bagian Nomor Peserta UN berdasarkan SKHUN peserta didik bersangkutan. Jika ada kesalahan, silahkan perbaiki kembali data NISN peserta didik tersebut pada aplikasi Dapodik.

Sekilas informasi, untuk versi aplikasi Dapodikdas di tahun pelajaran 2015/2016 menggunakan aplikasi generasi ke-4 atau pada versi aplikasi Dapodikdas v.4.0.0 yang kemungkinan akan dirilis setelah Hari Raya Idul Fitri 1436 H / 2015 ini pada links situs dapo.dikdas.kemdikbud.go.id.

Sedangkan untuk aplikasi Dapodikmen 2015/2016 yang aktif dan terupdate saat ini menggunakan versi aplikasi Dapodikmen 8.1.4 yang selengkapnya dapat dilihat pada situs dapo.dikmen.kemdikbud.go.id.

Demikian cara cek Nomor Peserta UN untuk SD, SMP, dan SMA/SMK yang berasal dari aplikasi Dapodikdas dan Dapodikmen. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Satu Data Berkualitas…!

Sunday, May 3, 2015

Tata Tertib Pengawas Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2014/2015

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Dalam setiap pelaksanaan Ujian Nasional, pengawas ruang ujian memiliki peran yang sangat vital dalam kelancaran dan ketertiban dalam penyelenggaraan Ujian Nasional yang berlangsung di seluruh sekolah / madrasah yang telah menyelenggarakan UN.

Pengawas yang berasal dari kalangan guru tersebut tidak mengawasi UN di sekolah ataupun peserta didiknya akan tetapi ditugaskan untuk mengawas di satuan pendidikan penyelenggara UN lainnya (pengawas silang).
Ilustrasi Pengawas Ujian. Sumber : Kemdikbud.go.id
Oleh karena itu, untuk mempersiapkan diri dalam memahami tugas yang diamanahkan mengawasi peserta didik dalam mengikuti prosesi Ujian Nasional, berikut saya share Tata Tertib berdasarkan Prosedur Standar Operasional Penyelenggaraan Ujian Nasional (POS UN) Tahun Pelajaran 2014/2015 selengkapnya sebagai berikut :

1. Di Ruang Sekretariat UN

a.   Empat puluh lima (45) menit sebelum ujian dimulai pengawas ruang telah hadir di lokasi sekolah/madrasah penyelenggara UN;
b.   Pengawas ruang menerima penjelasan dan pengarahan dari Ketua Panitia UN Tingkat Satuan Pendidikan;
c.   Pengawas ruang mengisi dan menandatangani pakta integritas di depan ketua Panitia UN Tingkat Satuan Pendidikan;
d.   Pengawas ruang menerima bahan UN yang berupa naskah soal UN, amplop pengembalian LJUN, daftar hadir, dan berita acara pelaksanaan UN;
e.   Pengawas ruang memeriksa kondisi bahan UN dalam keadaan baik di dalam amplop naskah yang masih tersegel.

2. Di Ruang Ujian

Pengawas masuk ke dalam ruang UN 20 menit sebelum waktu pelaksanaan untuk melakukan secara berurutan:

a.   memeriksa kesiapan ruang ujian;
b.   mempersilakan peserta UN untuk memasuki ruang dengan menunjukkan kartu peserta UN dan meletakkan tas di bagian depan ruang ujian, serta menempati tempat duduk sesuai dengan nomor yang telah ditentukan;
c.   memeriksa dan memastikan setiap peserta UN hanya membawa pensil, penghapus, peraut, dan penggaris yang akan dipergunakan ke tempat duduk masing-masing;
d.   memeriksa dan memastikan amplop soal dalam keadaan tertutup rapat (tersegel), membuka amplop tersebut disaksikan oleh peserta ujian;
e.   membacakan tata tertib peserta UN;
f.    membagikan naskah soal UN dengan cara meletakkan di atas meja peserta dalam posisi tertutup (terbalik);
g.   kelebihan naskah soal UN selama ujian berlangsung tetap disimpan di ruang ujian dan tidak diperbolehkan dibaca oleh pengawas ruangan;
h.   memberikan kesempatan kepada peserta UN untuk mengecek kelengkapan soal;
i.    mewajibkan peserta untuk menuliskan nama dan nomor ujian pada kolom yang tersedia pada LJUN dan naskah soal;
j.    mewajibkan peserta ujian untuk melengkapi isian pada LJUN secara benar;
k.   memastikan peserta UN telah mengisi identitas dengan benar sesuai dengan kartu peserta;
l.    mewajibkan peserta ujian untuk memisahkan LJUN dengan naskah, secara hati-hati agar tidak rusak;
m.  memastikan peserta ujian menandatangani daftar hadir;
n.   mengingatkan peserta agar terlebih dahulu membaca petunjuk cara menjawab soal;
o.   memimpin doa dan mengingatkan peserta untuk bekerja dengan jujur.
p.   mempersilakan peserta UN untuk mulai mengerjakan soal;
q.   Selama UN berlangsung, pengawas ruang UN wajib:
1)   menjaga ketertiban dan ketenangan suasana sekitar ruang ujian;
2)   memberi peringatan dan sanksi kepada peserta yang melakukan kecurangan;
3)   melarang orang yang tidak berwenang memasuki ruang UN selain peserta ujian.
4)   menaati larangan berikut: DILARANG merokok di ruang ujian, mengobrol, membaca, memberi isyarat, petunjuk, dan bantuan apapun kepada peserta berkaitan dengan jawaban dari soal UN yang diujikan;
r.    Lima (5) menit sebelum waktu UN selesai, pengawas ruang UN memberi peringatan kepada peserta UN bahwa waktu tinggal lima menit;
s.   Setelah waktu UN selesai, pengawas ruang UN:
1)   mempersilakan peserta UN untuk berhenti mengerjakan soal;
2)   mempersilakan peserta UN meletakkan naskah soal dan LJUN di atas meja dengan rapi;
3)   mengumpulkan LJUN dan naskah soal UN;
4)   menghitung jumlah LJUN sama dengan jumlah peserta UN; bila sudah lengkap mempersilakan peserta UN meninggalkan ruang ujian;
5)   menyusun secara urut LJUN dari nomor peserta terkecil dan memasukkannya ke dalam amplop LJUN disertai dengan satu lembar daftar hadir peserta, satu lembar berita acara pelaksanaan, kemudian DITUTUP, DILEM/DILAK serta DITANDATANGANI oleh pengawas ruang UN DI DALAM RUANG UJIAN;
6)   menyusun naskah soal secara urut dari nomor peserta terkecil termasuk naskah cadangan yang tidak digunakan dan memasukkannya ke dalam amplop naskah soal; serta me-lem amplop naskah tersebut dibubuhi tanda tangan dan stempel sekolah;
7)   menyerahkan amplop LJUN yang sudah dilem dan ditandatangani, dan satu lembar daftar hadir peserta dan satu lembar berita acara pelaksanaan UN kepada Panitia UN Tingkat Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan dan membubuhi stempel Satuan Pendidikan pada amplop pengembalian LJUN tersebut.
8)   menyerahkan naskah soal UN yang sudah dipakai, sudah dilem, dan sudah dibubuhi tanda tangan dan stempel sekolah kepada Panitia UN Tingkat Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan untuk disimpan di tempat yang aman.


Demikian informasi mengenai Tata Tertib Pengawas Ujian Nasional saat ini, dan untuk melihat Tata Tertib Peserta UN dapat dilihat pada links artikel berikut. Semoga bermanfaat dan terimakasih… Salam Edukasi…!

Monday, April 13, 2015

Jokowi, Presiden Indonesia Pertama Yang Tinjau Pelaksanaan UN Tahun 2015

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Dalam penyelenggaraan Ujian Nasional tahun 2015, selain tak lagi menjadi penentu kelulusan bagi seluruh peserta didik jenjang pendidikan dasar maupun menengah, ujian dengan sistem CBT (Computer Based Test) di beberapa sekolah pun baru mulai diadakan pada UN tahun ini.

Selain itu, pada penyelenggaraan Ujian Nasional yang saat ini digelar untuk jenjang pendidikan menengah pun Presiden RI untuk yang pertama kalinya berkunjung langsung di beberapa sekolah penyelenggara UN tahun 2015. Terkait hal tersebut, berikut share info selengkapnya dari situs Kemdikbud selengkapnya…

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, melakukan kunjungan ke SMA Negeri 2 Jakarta dan SMK Negeri 1 Jakarta hari ini. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau kondisi pelaksanaan ujian nasional (UN) di hari kedua.

Mendikbud menjelaskan, kunjungan Presiden Jokowi ke sekolah saat pelaksanaan UN adalah kali pertama kunjungan seorang presiden di Indonesia dalam sebuah pelaksanaan UN. Kami cek di catatan, kata dia, belum pernah ada Presiden yang mendatangi siswa sebelum atau pada saat pelaksanaan UN sedang berlangsung.

Karena itu kita semua menyampaikan apresiasi kepada Presiden yang telah meluangkan waktu,” katanya saat memberikan keterangan pers di Posko UN Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jakarta, Selasa (14/4/2015).

Mendikbud mengungkapkan, dalam kunjungan tersebut Presiden Jokowi ingin meninjau gudang penyimpanan naskah UN di SMA Negeri 2 Jakarta. Namun, kata dia, gudang tersebut masih dalam keadaan digembok dan belum diperbolehkan untuk dibuka karena belum memasuki waktu yang telah ditentukan. “Kita tetap mengikuti protap (prosedur tetap, -red), bahwa meskipun Presiden yang datang mau lihat dokumennya kalau sudah dikunci ya tidak dibuka,” ujarnya.

Mendikbud mengatakan, setelah meninjau persiapan pelaksanaan UN di SMA Negeri 2 Jakarta, Presiden Jokowi ingin meninjau langsung dari dekat pelaksanaan UN berbasis komputer atau CBT (Computer Based Test) di SMK Negeri 1 Jakarta. Para peserta UN di sekolah tersebut, kata dia, bisa menceritakan pengalaman melaksanakan UN berbasis komputer di hari pertama kepada Presiden Jokowi. “Pengalamannya itu positif,” katanya.

Mendikbud menyampaikan, bahwa Presiden Jokowi mendukung pelaksanaan UN berbasis komputer dan ke depan ingin mengembangkannya terutama bagi para siswa yang berada jauh di wilayah pusat kemajuan teknologi. Tetapi, kata dia, Presiden Jokowi menekankan bahwa pengadaan komputer di sekolah-sekolah bukan semata-mata hanya untuk pelaksanaan UN saja. “Tetapi komputer untuk proses pembelajarannya yang nanti dimanfaatkan untuk ujian,” ucapnya. (Agi Bahari)


Friday, April 10, 2015

Ini Dia…! Pesan Kemdikbud Kepada Siswa dan Orang Tua Peserta UN Tahun 2015

Sahabat Edukasi yang berbahagia…

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengimbau sekolah dan orang tua menjaga para siswa untuk tetap mempertahankan kejujuran. Salah satunya dengan tidak mempercayai bujuk rayu pengedar bocoran UN yang belum jelas kebenarannya.

Dia mendorong siswa belajar keras dalam menghadapi UN dan mempersiapkan diri dengan baik. “Anak-anak akan menerima hasil UN, tapi sekolah akan menerima hasil indeks integritas. Jaga itu semua,” kata Anies dalam konpres di kantornya, Kamis (9/4).

Khusus sekolah dan orang tua, Mendikbud juga mengimbau agar tidak melakukan transaksi yang bersifat curang. Karena, jika indeks integritas sekolah rendah, hal itu akan merugikan siswa yang mengikuti UN di sekolah tersebut.


"Prinsipnya, UN dilakukan perorangan bukan kelompok dan akan menentukan kualitas siswa di masa yang akan datang," ucapnya.

Dia menambahkan, UN 2015 tidak hanya mencatat kemampuan akademik siswa di mata pelajaran yang diujikan, tapi juga integritas sekolah pelaksana UN. Setiap sekolah akan memperoleh indeks integritas masing-masing.

Itu akan memperlihatkan tingkat kejujuran sekolah tersebut dalam melaksanakan UN. Makin tinggi indeks integritas, kian tinggi pula kejujuran pelaksanaan ujian. (esy/jpnn)

Sumber : Jelang UN, Ini Pesan Menteri Anies pada Siswa dan Orang Tua